Musim janji dan musim mengingkarinya

Di Indonesia terdapat 2 musim, yaitu musim hujan dan musim panas, tapi sekarang 2 musim tersebut bertambah menjadi 2 musim baru lagi, yaitu musim umbar janji dan musim mengingkari janji.

Musim umbar janji biasanya tiap daerah berbeda – beda tergantung akan berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Musim umbar janji alias musim kampanye biasa diumbar oleh calon-calon pemimpin daerah, seperti sekarang lagi musim umbar janji di Jakarta dengan pemilihan gubernurnya. Mereka mengumbar janji dengan iming-iming yang sangat menggiurkan; Jakarta bebas banjir lah, Jakarta bebas macet lah, biaya pendidikan gratis dan sebagainya. Tapi saya heran ya, apakah rakyat saat ini masih bisa diming-imingi janji yang ga original kayak gitu? sementara janji-janji peminpin yang terdahulu hampir sama dan belum terwujud hingga akhir jabatannya, alias ingkar atau belum dapat memnuhi janjinya.

Saya sebagai rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa sangat merasa bosan dengan umbaran janji-janji yang muluk tanpa strategi yang jelas dan wajar. Seperti halnya jika musim kampanye pemimpin negara pun demikian, banyak janji-janji yang menggiurkan tapi membuat kita pesimis dan berburuk sangka bahwa ini cuman manis di mulut, setelah kepilih yaaaa..rakyat tetap aja miskin dan bodoh.

Musim janji ini mungkin sama dengan musim mengingkarinya, terjadinya dalam rotasi 5 tahun sekali. Sampai kapankah kita akan dinaungi 2 musim ini? harusnya ada musim janji sih ga apa-apa, asal musim mengingkarinya diganti menjadi musim menepati janji.

Kalo menurut saya, pemimpin itu dipilih oleh rakyat, atas segala kepercayaan mereka (mungkin) untuk menjadikan rakyatnya lebih baik dalam hal segalanya, tetapi saya sebagai seorang rakyat tidak pernah mengetahui progres apa saja atau kerja pemimpin itu sampai dimana untuk menggapai segala janji-janjinya dulu, istilahnya kalo di manajemen mungkin harus ada Key Performance Indicator nya. Mungkin hal ini sudah dilaporkan pemimpin kita ke DPR sebagai perwakilan kita (katanya) tapi saya atau mungkin orang awam ga pernah tahu isi laporan tersebut perkwartal atau perepisode nya.

Jadi saya bingung kalo lagi musim pemilu gini, harus milih yang sekarang atau memilih orang yang baru, karena semuanya absurd, bingung. Memilih kembali yang lama paramter keberhasilan kinerja nya ga tau (atau emang ga ada), milih yang baru bagaikan milih kucing dalam karung. Yah..begitulah…

Google Dance… yuhuuuu,,:(

Kirain mahluk hidup aja atau tepatnya manusia doang yang bisa dance, ternyata benda mati juga atau lebih tepatnya benda maya juga bisa dance ya..hihihi.

Kejadiannya bulan2 kemaren, ketika traffic kunjungan tiba2 naik drastis dan turun drastis pula, ada apa ini?? setalah tanya sana-sini ternyata itu adalah fenomena google dance katanya, dimana search engine merefresh sesuatu nya dalam peringkat mesin pencarinya dengan beberapa kriteria rahasia, gitulah kira-kira definisinya.

Saya fikir hal ini adil juga sih buat para pengguna mesin pencari google, karena mereka tidak disuguhkan dengan hasil yang sama setiap bulannya dengan keyword yang sama. Seperti yang sering saya alami, ketika saya mencari sebuah image dengan keyword tertentu atau mirip, kalo setiap saya search selalu image itu2 aja yang keluar maka saya akan frustasi dengan hasil mesin pencari yang tidak cerdas, akhirnya mungkin saya akan beralih ke mesin pencari yang lain.

Begitulah mungkin kira2 tujuannya si google ini melakukan dancing pada setiap waktunya agar pemakainya tidak terjebak dengan konten yang itu2 saja atau konten yang juara di SERP tapi tidak berisi apapun.

Tangan – tangan mungil sumber kekuatan

Tangan-tangan yang mungil, dengan jemari yang lembut dan kulit yang halus terlihat begitu penuh asa. Jemari yang mungil ini yang kelak akan membuat kita bangga, kita berdo’a segala kebaikan untuknya. Tangan-tangan mungil ini yang membuat kita tegar menghadapi cobaan apapun.

Ketika ia tertidur, tangan mungil ini begitu gemulai terkulai, menyadarkan kita akan segala kebesaranNya, menyadarkan kita akan segala kewajiban kita untuk mendewasakan titipan Tuhan ini. Tangan-tangan mungil yang terus mengingatkan kita agar tidak pernah putus asa dan terus berdoa untuk masa depan  kita semua.

Ketika ia bermain, tangan mungil ini begitu indah, menari diatas mainan kesayanganya. Jemari mungil mengurai garis diatas kertas, mencoba menuai karya dengan warna-warni yang indah.

Jemari mungil sumber kekuatan, energi kasih sayang dari tatapan mata.

BUKAN WORKAHOLIC tapi ………

BUKAN WORKAHOLIC sih sebenarnya kalo kita kerja lebih dari 12 jam setiap harinya di jaman sekarang ini, tapi memang sudah lumrah. Kenapa lumrah? karena biaya hidup yang edan-edanan menuntut orang Indonesia harus bisa kerja banting tulang untuk dapt bertahan hidup dengan layak.

Apa sih yang diharapkan dengan gaji UMR saat ini? yang seminggu aja udah abis buat bayar listrik, air, anak sekolah, bayar utang dan makan seadanya. Kalo kita ga bisa multitasking atau nyambi kerjaan lain selain kerjaan utama kita, yah pastilah gali lobang tutup lobang dan puasa senen kemis rabu jumat sabtu…JAdi sebenarnya skarang memang suda menjadi suatu kewajaran jika seorang karyawan swasta atau pegawai negri (yang ga pernah korupsi) punya kerja sambilan, jadi jika ente bos di satu instasi atau perusahaan dan punya anak buah yang punya kerjaan diluar kantor lu, jangan diomelin ya..kasian, daripada dia korupsi atau minta naik gaji ke ente ka lebih gawat..hehehe.

Dan semua hal diatas terjadi ma saya juga sih,,pulang ngantor, buka laptop dirumah kerja lagi sampe malem kadang subuh kalo memang lagi loadnya banyak. Kadang kasian juga ma badan ya, diporsir terus, tapi bijimana lagi memang sudah harus begitu, biar periuk nasi ga pernah kosong, biar anak2 bisa sekolah layak. memang sih kalo ga bisa ngatur waktu, kerja utama kita kadang tidak dapat terkosentrasi 100%, tapi ga apa2lah, cuek aja hahahaha… tapi kita harus pandai membagi waktu dengan baik.

eh..udah dulu ah,, renderinganya udah beres..nulisnya selingan doang sambil nunggu rendering 3D beres..hehehe

Negeri Dengan Budaya Preman

Februari 29, 2012 Tinggalkan Komentar

Kata mbah jancuk (sudjiwotedjo) indonesia itu memang sudah punya budaya preman dari jaman dahulu kala (jaman kerajaan dan kolonial). Berarti nenek kakek moyang saya juga ada keturunan preman dong ya??

Jaman kolonial memang banyak orang pribumi yang jadi centengnya tuan tanah2 orang belanda kyak dipilem si pitung. Trus ada seorang wali juga yang dulunya preman katanya.. jadi kalo seekarang banyak tukang palak baik yang tidak berseragam maupun yang berseragam wajar saja ya??

 

Categories: Berandalan

Emang perlu ya sarapan itu?

Februari 28, 2012 Tinggalkan Komentar

Emang perlu ya sarapan itu? menurut anda perlu ga sih? kata beberpa tulisan dan pakar sarapan itu perlu, kata iklan energen juga sarapan itu perlu, biar tubuh semangat di pagi hari.

Kebetulan saya bukan ahli gizi dan bukan dokter pula, tetapi saya orang yang jarang sarapan. Mungkin dalam seminggu bisa dibilang rata-rata hanya satu hari yang ada sarapannya. Kadang saya juga bingung, apakah makan diatas jam 10 pagi masih bisa disebut sarapan? karena kata orang sarapan itu makan pagi, dan yang disebut pagi itu adalah dibawah jam 10.

Okelah kalo menurut orang sarapan itu harus dibawah jam 10 pagi, nah trus gimana kalo kita baru bangun jam 10.30,, terus kita makan mie rebus, apakah masih disebut sarapan? karena aktivitas saya yang sering bekerja hingga larut malam dan bangun sudah tidak pagi lagi, jadi membuat pola makan saya sering melewatkan sarapan dan langsung makan siang digabung sarapan, yang orang bilang ‘brunch’.

Menurut saya sarapan memang perlu bagi yang bangun teratur seperti anak sekolah, pegawai kantoran, dan lain-lain. Karena durasi antara jam makan malam dan makan siang yang jauh membutuhkan asupan makanan lagi sebelum beraktifitas, agar jam 9 atau 10an pagi perut ga bunyi ‘krubuk-krubuk’..hehehe.

Trus buat orang yang sering bangun siang, atau jam tidurnya ga teratur, kayaknya sih ga butuh2 banget sarapan, yang penting saat perut lapar kita harus makan, dan biasanya langsung makanan berat.

Gitulah kira-kira, dari pengamatan saya sebagai seorang yang jarang sarapan..hehehe

Categories: ide ide Tag:

Tuas Lampu Mobil Rusak

Februari 10, 2012 Tinggalkan Komentar

Awal gejala tuas lampu mobil rusak ini sudah kerasa beberapa bulan sebelumnya, cuman masih dicuekin. Gejala awal waktu itu ketika jalan malam ke luar kota, lampu mobil sering dimainin antara lampu jauh dan dekat, karena jalan yang gelap saya harus pake lampu jauh, tapi ketika papasan dengan mobil lain langsung dipindah ke lampu deket…biar didepan ga silau.

Ditengah perjalanan tiba-tiba ketika lampu dim dimainkan untuk memperingati mobil didepan yang menghalangi, eh pas tuas balik lagi kebawah lampu dekat tidak mau menyala, sempet panik, jalan jadi gelap, akhirnya dicoba menyalakan lampu jauh terus dikemalikan ke lampu dekat lagi dan nyala lagi deh. Itulah gejala awal tuas lampu mobil saya rusak sampe hangus..ngus..

Kejadian itu sempet berulang beberapa kali namun ga sering, dan saya biarkan aja sampe beberapa minggu. Dan alhasil pada suatu ketika lampu dekat total tidak bisa menyala, pada saat itu masih belum tahu bahwa kekacauan berasal dari tuas lampu. Saya cek mulai dari sikring, bohlam lampu, semuanya normal, bohlam pun tidak putus.

Putus asa tidak menemukan permasalahan, akhirnya saya bongkar tuas lampu, dengan membongkar stir lebih dahulu agar cover batang stir bisa terbuka. Akhirnya tuas lampu pun di bongkar, sekilas tidak ada permasalahan apapun, tetapi setelah dipelajari ternyata permasalah timbul dari salah satu plat (ada tiga plat) yang dikombinasikan dan saat posisi lampu jauh kombinasi plat yang menempel tidak singkron. (pusing bahasnya ga ngerti soalnya hehehe..)

Pokoknya singkat kata si tuas itu coba saya oprek-oprek agar berjalan normal, stelah tauh dari browsing2 cara set posisi ketiga plat yang benar. Lampu sempat normal setalah tuas dipasang kembali, tapi cuman satu hari selanjutnya ngaco lagi.

Berhubung malas dan ga ada waktu buat ngoprek lagi, kondisi tuas yang ngaco saya biarkan, jadi ketika malam saya terus menyalakan lampu jauh..sebenarnya kasian jug amobil lain yan gpapasan jadi silau. Akibatnya pada suatu malam yang diiringi hujan..(hehehe) terciumlah bau hangus di kabin mobil, dan setelah diendus-endus,,, ternyata bersal dari stir, dan sangkaan saya langsung tertuju ma tuas lampu. Alhasil sisa perjalan malan yang hujan itu dilanjutkan tanpa menyalakan lampu, dan ketika belok pun tidak bisa menyalakan lampu sein karena si tuas udah ga mau gerak,stuck..

Dan esoknya terkuaklah bau hangus itu setelah tuas dilepas dari setir…tuas lampu hangus,, elemenya nempel semua ke bidang plastik. Dan mau ga mau harus belanja dweh…

Intinya adalah,, janganlah utak-atik mobil sembarang sok tau kyak saya..hehehe, kalo ga ngerti mending cari orang ngerti atau bawa kebengkel sebelum tambah parah (kalo ga duit kebengkel, mobilnya mending jangan dipake dulu..hehehe). Dan kalu sudah tau ada onderdil yang rusak jangan diceukin aja, segera ganti dangan yang orisinil, daripada mogok di tengah utan…haduhhh, atau mogok ditengah kemacetan,,,stresss..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 576 pengikut lainnya.